Translate

Rabu, 17 Desember 2014

Bunda, jangan menangis ~ by Rina Aprilia

Entah bagaimana caraku untuk memulai, tapi aku hanya ingin mengungkapkan keadaan batin yang terus bergejolak, mengangkat sebuah fenomena sosial yang mungkin sudah menjadi rahasia umum, karena umum pun sudah tak asing mengetahuinya. Aku hanya ingin menuangkan sepenggal kisah seseorang yang menginspirasiku menjadi sebuah tulisan tulisan kecil. :) entah itu namanya puisi, cerpen, atau curhatan, akupun tak tahu. aku hanya mengikuti langkah jemariku menuju huruf ke huruf, namun berarti untukku.


Bunda, jangan menangis !
Bunda, masih ingatkah tiga bulan yang lalu? saat kau baru mengetahui keberadaanku dirahimmu nan kokoh dan nyaman itu. Tahukah engkau Bun, saat itu aku masih berupa gumpalan kecil, mungkin hanya sebuah tanda titik yang tak terlihat makanya sampai engkau abaikan. dan akupun masih ingat jelas, untuk pertama kali engkau menangis karena aku, karena kehadiranku tanpa kau inginkan sedikitpun.
Bunda, aku jahat ya ? maaf Bunda, karena aku, engkau harus sering berbaring ditempat tidur dan sering kali merasa kelelahan. Engkau sering merasa mulas dan mual. engkau juga menangis dikeheningan malam nan sunyi. tak tahan aku merasakannya.

seiring bulan berjalan, aku kira Bunda akan menerima kehadiranku. ya, harapan aku itu sirna saat  mengetahui usaha bunda untuk membuangku. Bundapun sengaja untuk tidak makan, agar aku tak bisa bertahan disana. bagaimanapun aku tak bisa menyalahkan Bunda, karena aku tak ingin jadi anak yang berani kepada orang tua, apalagi bunda yang telah mengandungku.

Bunda, aku ingin bercerita. sekarang aku bisa bergerak, dan dapatkah Bunda merasakan detak jantungku berdetak dirahimmu Bunda?  aku berharap engkau bisa merasakannya. entah bagaimanapun aku ingin seperti teman - temanku yang lain. katanya mereka dimanjakan, setiap hari dibelai penuh kasih sayang, diputarkan melodi indah. tapi sepertinya aku tidak mendapatkannya itu dari Bunda.

Bahkan yang ku dengar hanya isak tangis dari Bunda, suara kacau, perdebatan dan pertengkaran yang belum bisa aku mengerti. Dalam pikirku, apa sekejam ini aku bagimu bun? sepertinya kehadiranku membuatmu depresi dan kehilangan kendali, aku juga sedih melihat bunda hanya bisa menangis seperti ini.
jika aku bisa bicara, jika aku bisa menyentuhmu bunda,  aku akan berusaha melindungi dan menjagamu agar engkau tak menangis lagi. tapi bagaimana itu bisa terjadi? jika aku belum ada di dunia saja Bunda sudah menghalanginya.

aku hanya tak ingin engkau terus menangis lagi karena aku Bunda sayang.
jika aku tahu hadirku membuatmu sedih, aku lebih memilih tak ada dihidupmu.
Aku hanya ingin Bunda menjadi kuat.
 ~salam sayang dan rindu untuk Bundaku tersayang ~
-----------------

jadi intinya semoga banyak orang yang lebih sadar lagi terhadap lingkungan, sahabat, dan keluarga. kalo yang punya pacar di jaga baik2, kalo kamu sayang jangan berbuat sesuatu yang menjadi efek buruk baginya. Jaga mereka dengan baik, jangan sampai mereka hanyut dalam hal - hal yang negatif. Jikapun ada seseorang teman atau sahabat yang demikian, maka nasehatilah dia, jangan diacuhkan, jangan dihina, jangan main hakim sendiri. sesungguhnya kan belum tentu kita lebih baik dari mereka. hormatilah sesama. bangkitkan energi positif untuk masa depan lebih cerah.

Tidak ada komentar: