LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN
Oleh :
KELOMPOK 11A
Anggota :
Wira Adi Prakoso
|
D1E010052
|
Abdul Khalim M.
|
D1E012041
|
Rina Aprilia
|
D1E012054
|
R.Resita Sukma M.
|
D1E012057
|
Rr.Gendhis Rhayung S.
|
D1E012117
|
Ghea Kusumalaesa F.
|
D1E012171
|
Indra Nugraha
|
D1E012329
|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PETERNAKAN
PURWOKERTO
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan hidayah_Nya, sehingga penulis dapat menyusun tugas Makalah Manajemen
Agribisnis Ternak “Sukahati Poultry Shop” dengan teapt waktu.
Makalah ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam
menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Agribisnis Ternak. Makalah ini
telah diupayakan agar dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan
terselesainya makalah ini sekiranya dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya.
Makalah ini penulis sajikan sebagai bagian dari proses pembelajaran kiranya
kami sebagai mahasiswa dapat memahami betul tentang perlunya sebuah tugas agar
menjadi bahan pembelajaran.
Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa syukur yang tulus dan ikhlas
kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta ucapan terima kasih pada berbagai pihak berkat
kerjasamanya sehingga Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari kesempurnaan dan dengan
segala kerendahan hati kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun,
sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai dan merupakan bahan kesempurnaan
untuk makalah ini selanjutnya. Besar harapan penulis, semoga makalah yang
penulis buat ini mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.
Purwokerto, Desember 2013
Penulis
1.1.
Latar Belakang
Sebagian besar rakyat
Indonesia tingal di pedesaan dengan mata pencaharian utama sebagai
petani. Salah satu dari mata pencaharian tersebut adalah usaha
peternakan. Setiap usaha akan mengalami ritme kenaikan dan
penurunan dalam hal keuntungan maupun kerugiannya, begitu juga halnya pada
usaha tani ternak.
Sehubungan dengan hal
tersebut, maka diperlukan adanya suatu analisis usaha yang bisa memberikan
sebuah gambaran tentang usaha peternakan yang sedang dijalankan, terutama keadaan
keuangan atau finansialnya sehingga dapat diketahui apakah usaha yang
dijalankan akan mendatangkan keuntungan ataubahkan kerugian. Salah
satu cara yang biasa digunakan untuk menganalisa usaha
peternakan yaitu dengan membuat laporan keuangan. Laporan keuangan digunakan
untuk menentukan keberhasilan usaha.
Keberhasilan usaha
dinilai dengan besar kecilnya hasil yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan
dalam menjalankan usaha tersebut (income = input – output). Tujuan dari
analisis usaha adalah:
1. Untuk
mengevaluasi usaha.
2. Untuk
perencanaan di kemudian hari agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
3. Untuk
kepentingan pihak luar usaha misalnya untuk pengajaran.
Penerimaan bersumber
dari penjualan produk utama, kenaikan nilai inventaris dan produk yang dikonsumsi. Sedangkan untuk biaya atau
pengeluarannya dapat berupa sewa lahan, bunga modal, penyusutan, tenaga kerja,
pakan, obat-obatan rehabilitasi dan lain-lain.
1.2.
Tujuan dan Manfaat
1.2.1. Tujuan
1. Mengetahui kondisi dari suatu
peternakan, khususnya ayam ras petelur.
2. Mengetahui sistem manajemen yang
digunakan dan peluang agribisnis dari peternakan dalam suatu perusahaan.
3.
Mengetahui sistem hulu dan hilir agribisnis peternakan.
4.
Belajar mengamati permasalahan usaha ternak, menganalisis untuk kemudian
dibahas berdasarkan teori yang ada, serta menarik kesimpulan dan memberikan
saran.
1.2.2.
Manfaat
1.
Memberikan tambahan pengetahuan dan memperluas wawasan tentang usaha peternakan.
2.
Memberikan gambaran tentang operasi organisasi usaha peternakan, untuk kemudian
dibandingkan dengan teori yang telah diperoleh.
1.3.
Waktu dan Tempat
Praktikum
manajemen agribisnis ternak dilakukan pada sabtu, 30 November 2013, di
perusahaan Suka Hati Poultry Shop Tasikmalaya.
Profil
Agribisnis Suka Hati Poultry Shop
2.1. Gambaran Sistem Hulu Agribisnis Peternakan
Peternakan ayam
pedaging berada di daerah Tasikmalaya.
Pemilik peternakan ini adalah Bapak H. Aziz Ismail yang berumur 58 tahun, beliau berlatar belakang pendidikan S1 Fakultas
Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Beliau dalam menjalani usaha
peternakannya menggunakan sistem mandiri.
Perusahaan Suka Hati poultry shop Tasikmalaya,
pada dasarnya adalah suatu badan usaha pribadi berupa toko yang menyediakan
sarana dan prasarana untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan perunggasan
khususnya peternakan ayam. Suka hati poultry shop ini merupakan badan usaha
milik keluarga, yang mana pendirinya adalah H. Zainal Abidin. Suka hati poultry
shop didirikan pada tahun 1972 dengan nama Tugu Jaya poultry shop yang
menyediakan semua kebutuhan dalam hal ayam petelur, baik bibit ayam (DOC),
pakan, obat-obatan, unggas maupun kandang dan telurnya. Tetapi pada tahun 1980
harga telur turun secara drastis sehingga mengalami kerugian. Oleh karena itu
H. Zainal Abidin mengalihkan usaha ke bidang ayam pedaging dan dengan mengganti
nama menjadi suka hati poultry shop sampai sekarang. Sekarang perusahaan suka
hati poultry shop telah mengalami perubahan kearah perbaikan seperti
pembangunan cabang produksi di daerah Luhur, Karangnunggal, Singaparna dan
Cikatomas, untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang produksi di
Tasikmalaya suka hati poultry shop mendirikan rumah pemotongan ayam (RPA),
bengkel otomotif pribadi, took elektronik, minimarket dan membuka yayasan.
Jumlah ayam pedaging
yang dimiliki cabang perusahaan Suka Hati farm yang kami kunjungi sebanyak
14.000 ekor ayam. Selain ayam pedaging (broiler), di suka hati poultry shop
juga terdapat ternak ayam pejantan. Cabang perusahaan suka hati poltry shop
memiliki karyawan sebanyak 4 orang.
2.2.
Gambaran Proses Sistem Peternakan (on Farm)
Sistem
peternakan disuka hati poultry shop
dapat dilihat dari aspek perkandangan, pemberian pakan, pengolahan
limbah, repoduksi dan kesehatan.
a)
Sistem
perkandangan
Peternakan ini menggunakan tipe kandang panggung
dibangun dari bambu dan kayu, dengan ukuran kandang 5 x 30 m2 dengan
jumlah 14 buah kandang menghabiskan biaya kurang lebih Rp 140.000.000,00 dan memiliki daya tahan sekitar 10 tahun.
b)
Sistem pemberian pakan
Perusahaan suka hati poultry shop
menggunakan pakan jadi atau biasa lebih dikenal dengan istilah stater dalam
pemberian pakan terhadap ternak yang bersangkutan.
c)
Sistem
pengolahan limbah
Pengolahan limbah di peternakan Bapak H. Aziz
Ismail adalah dengan cara limbah yaitu
kotoran ayam dijual dengan harga Rp 4000/karung. Berat setiap karung sekitar 30
kg. Tetapi apabila tidak laku terjual maka akan ditumpuk dan disimpan di
gudang.
d)
Sistem
kesehatan
Upaya dalam menjaga kesehatan dan mengobati ternak
di peternakan ini dengan cara memberikan vaksin secara rutin dengan jadwal atau
waktu tertentu. Pemberian vaksin pada DOC, antara lain :
- Pada hari ke-1 vaksin ND dan gumboro dengan cara disuntikkan.
- Pada hari ke-4 vaksin ND dengan cara diteteskan pada mata.
- Pada hari ke-12 vaksin gumboro dengan cara dicampurkan pada air minum.
- Pada hari ke-18 vaksin ND2 dengan cara dicampurkan pada air minum.
2.3.
Gambaran Sistem Hilir Agribisnis Peternakan
a)
Sistem
Pengolahan Hasil
Produk utama yang dihasilkan berupa daging/ayam
pedaging. Ayam yang dihasilkan sebanyak 14.000 ekor per panen. Penanganan dalam
pemeliharaan produk dengan cara adanya tempat minum otomatis, sedangkan DOC
menggunakan gallon yang dialirkan. Produk sampingan yang dihasilkan adalah
kotoran ayam yang didapat/diperoleh dengan cara membersihkan kandang dan
diambil menggunakan roda pendorong. Kotoran dijual per karung, apabila tidak
laku terjual akan disimpan di gudang.
b)
Sistem
Pemasaran
Jalur pemasaran produk dijual melalui produsen atau
bandar. Transportasi yang digunakan berupa kendaraan (truk). Harga ayam diambil
rata – rata adalah Rp 19.000,00/ ekor.
2.4.
Gambaran Lembaga Penunjang Sistem Agribisnis
Subsistem lembaga
penunjang adalah seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis, seperti
lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga
pendidikan, dan lembaga pemerintahan (kebijakan fiscal dan moneter, perdagangan
internasional, kebijakan tata ruang, serta kebijakan lainnya). Contohnya
distribusi, konsumsi, promosi, dan informasi pasar. Perusahaan Suka Hati
poultry shop tidak menggunakan penunjang apapun, dalam menjalankan
perusahaannya digunakan modal sendiri. Modal itu didapatkan dari usaha – usaha
lainnya seperti Toko elektronik, Rumah Potong Ayam (RPA), dan Toko perlengkapan
peternakan.
III. ANALISIS
EKONOMI SISTEM AGRIBISNIS
3.1. Biaya Tetap dan Biaya Variabel
3.1.1
Biaya Tetap
a.
Biaya Tetap
Macam
biaya tetap
|
Besarnya
biaya
|
|
1.
|
Penyusutan
kandang
|
Rp. 4.666.666,00/tahun
|
2.
|
Penyusutan
peralatan
|
|
a.
Tempat pakan
|
Rp. 336.000,00/tahun
|
|
b.
Tempat minum
|
Rp. 336.000,00/tahun
|
|
c.
Ember
|
Rp. 42.000,00/tahun
|
|
d.
Penerangan
|
Rp. 805.000,00/tahun
|
|
2.
|
Pajak
tanah
|
Rp. 69.319,00/ tahun
|
3.
|
Tenaga
kerja tetap
|
Rp.
93.600.000,00/ tahun
|
4.
|
Penyusutan
bangunan
|
Rp. 133.333,00/tahun
|
Jumlah
|
Rp. 99.988.318,00/ tahun
|
b. Tabel Investasi
No.
|
Macam
Investasi
|
Jumlah
|
Umur
|
Harga
Beli
|
1.
|
Tanah
|
3.500 m
|
22 tahun
|
Rp.
350.000.000,00
|
3.
|
Bangunan
|
1
|
15 tahun
|
Rp.
25.000.000,00
|
4.
|
Kandang
|
14
|
15 tahun
|
Rp. 140.000.000,00
|
5.
|
Peralatan
a. Tempat
pakan
b. Tempat
minum
c. Ember
d. Penerangan
|
420
420
14
70
|
5 tahun
5 tahun
5 tahun
2 tahun
|
Rp. 588.000,00
Rp. 588.000,00
Rp.
350.000,00
Rp. 1.750.000,00
|
Jumlah
|
Rp. 532.010.000 ,00
|
3.1.2
Biaya Variabel
Ayam
14.000
ekor X Rp. 4000 X 5 periode =
Rp. 280.900.000,00/tahun
Biaya
pakan konsentrat
300 kg/hari X 365 hari
X Rp. 6.500,00 = Rp
711.750.000,00/tahun
Biaya obat-obatan dan
vaksin pertahun = Rp. 28.000.000,00 /tahun
Biaya penerangan pertahun
12
bulan X Rp. 350.000,00/bulan =
Rp. 4.200.000,00/tahun
Biaya transportasi pertahun
12
bulan X Rp. 500.000,00 =
Rp. 6.000.000,00/tahun
Biaya pemasaran pertahun
12
bulan X Rp. 200.000,00 =
Rp.
2.400.000,00/tahun
Biaya biosekuriti AI pertahun = Rp. 1.000.000,00/tahun
Jumlah
= Rp.1.033.350.000,00
Total Biaya =
Biaya Tetap + Biaya Variabel
=
Rp. 99.988.318,00 + Rp. 1.033.350.000,00
=
Rp. 1.133.338.318,00
Biaya tetap adalah
biaya yang timbul akibat penggunaan sumber daya tetap dalam proses produksi.
Sifat utama biaya tetap adalah jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksi
mengalami perubahan (naik atau turun). Menurut Zulkifli (2003) biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat
kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume
kegiatan. Keseluruhan biaya tetap disebut biaya total (total
fixed cost, TFC). Contoh
biaya tetap yaitu penyusutan atau sewa gedung/pabrik, gaji direksi dan biaya
pelatihan karyawan (Suratiyah, 2006).
Biaya variable atau
sering disebut biaya variable total
(total variable cost, TVC) adalah jumlah biaya produksi yang berubah
menurut tinggi rendahnya jumlah output yang akan dihasilkan. Menurut
Zulkifli (2003) biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap.
Artinya, jika volume kegiatan diperbesar 2 (dua) kali lipat,maka total biaya
juga menjadi 2 (dua) kali lipat dari jumlah semula. Semakin besar output atau
barang yang akan dihasilkan, maka akan semakin besar pula biaya variable yang akan dikeluarkan.
3.2. Penerimaan dan Pendapatan
3.2.1
Penerimaan
1. produk utama ayam broiler harga
persatuan Rp 19.000,00
13.300
ekor x Rp 19.000,00 x 5 = Rp 1.263.500.000,00
2. produk sampingan kotoran ayam harga
perkarung Rp 4.000,00
3600
karung x Rp 4.000,00 = Rp 14.400.000,00
Jumlah penerimaan = Rp 1.277.900.000,00
3.2.2
Pendapatan =
total penerimaan – total biaya
=
Rp 1.277.900.000,00 - Rp.
1.133.338.318,00
= Rp. 144.561.682,00/tahun
3.3.
Rentabilitas (RE)
RE = Laba / Modal x 100%
RE = Rp.
144.561.682,00 / Rp. 532.010.000,00 x 100%
= 27,17 %
Rentabilitas
ekonomi dan rentabilitas modal sendiri mempunyai kaitan yang sangat erat dan
saling mempengaruhi dalam setiap keputusan yang diambil. Apabila rentabilitas
ekonomi lebih kecil dari tingkat bunga modal asing, lebih baik menggunakan
modal sendiri. Sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar jika
dibandingkan apabila menggunakan modal asing. Apabila rentabilitas ekonomi
lebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga modal asing maka lebih baik
digunakan modal asing. Sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar
dibandingkan bila menggunakan modal sendiri.
Berdasarkan
hasil perhitungan, nilai RE sebesar 27,17 %
. Nilai
RE tersebut lebih besar dari tingkat bunga modal asing. Oleh karena itu,
perusahaan peternak suka hati poultry shop sebaiknya menggunakan modal asing
dalam mengelola usahanya.
3.5. Break Even Point (BEP)
BEP dalam unit
= total biaya/ kg produk terjual
=
Rp.1.133.338.318,00 / 99750
=
11.362 unit
BEP
dalam produk = Rp. 99.988.318,00/ Rp. 19.000,00 –Rp. 11.362,00
=
Rp. 13.091,00/kg
BEP rupiah = Biaya tetap / 1 – Biaya Variabel
Pendapatan
= Rp. 99.988.318,00/ 1- Rp. 11.362,00
Rp. 19.000,00
= Rp. 99.988.318,00 / 0,402
= Rp. 248.727.160,00
BEP adalah suatu teknik
analisa untuk mempelajari hubungan antar biaya tetap, biaya variabel,
keuntungan dan volume kegiatan. Menurut Hanafi (2012) Analisis BEP digunakan
untuk mengetahui berapa minimal perusahaan harus menghasilkan dan menjual
produk agar tidak menderita kerugian atau titik impas yaitu untuk mengetahui
keadaan suatu perusahaan tidak memperoleh laba dan juga tidak memperoleh
kerugian.
Berdasarkan perhitungan
yang telah dilakukan, maka Sukahati poultry shop perlu menghasilkan lebih dari
nilai BEP yaitu sebesar Rp.
248.727.160,00/ tahun agar tidak menderita kerugian. Sukahati poultry
shop telah mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 144.561.682,00,00/tahun pada
periode-periode sebelumnya. Hal tersebut berarti Sukahati poultry shop berhasil
memperoleh keuntungan karena pendapatannya di atas nilai BEP.
4.1. Kesimpulan
Usaha peternakan di Suka
Hati Poultry Shop termasuk usaha yang tergolong usaha yang efisien dan termasuk
usaha yang menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Hal tersebut dapat
diketahui dari hasil penghitungan BEP, perusahaan Suka Hati Poultry Shop
memperoleh pendapatan diatas BEP. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan,
nilai RE sebesar 27.17%. Nilai RE tersebut lebih besar dari tingkat bunga modal
asing. Oleh karena itu, perusahaan peternak suka hati poultry shop sebaiknya
menggunakan modal asing dalam mengelola usahanya.
4.2. Rekomendasi
1.
Kesehatan DOC perlu diperhatikan, agar
kematian DOC dapat dikurangi.
2. Kualitas
karkas perlu diperhatikan.
3. Koordinasi
antar pegawai akan membuat perusahaan menjadi lebih baik.
Hanafi, Riezwan. 2012. Ruang Lingkup dan Sistem Agribisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ismy, Nugraheni. 2012. Kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu (Agribisnis Kambing Etawa). Kanisius. Yogyakarta.
Soekartawi.
2002. Analisis Usaha Tani.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Suratiyah,
Ken. 2006. Ilmu Usaha Tani.
Penebar Swadaya. Jakarta.
Zulkifli, Makeham. 2003. Pengelolaan Usaha Tani.
LP3ES. Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar