Translate

Kamis, 12 Desember 2013

Manajemen Agribisnis Peternakan

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
MANAJEMEN AGRIBISNIS PETERNAKAN








Oleh :

KELOMPOK 11A

Anggota :

Wira Adi Prakoso
D1E010052
Abdul Khalim M.
D1E012041
Rina Aprilia
D1E012054
R.Resita Sukma M.
D1E012057
Rr.Gendhis Rhayung S.
D1E012117
Ghea Kusumalaesa F.
D1E012171
Indra Nugraha
D1E012329


                                                                             






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PETERNAKAN
PURWOKERTO
2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah_Nya, sehingga penulis dapat menyusun tugas Makalah Manajemen Agribisnis Ternak “Sukahati Poultry Shop” dengan teapt waktu.
Makalah ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Agribisnis Ternak. Makalah  ini telah diupayakan agar dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan terselesainya makalah ini sekiranya dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya. Makalah ini penulis sajikan sebagai bagian dari proses pembelajaran kiranya kami sebagai mahasiswa dapat memahami betul tentang perlunya sebuah tugas agar menjadi bahan pembelajaran.
Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa syukur yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta ucapan terima kasih pada berbagai pihak berkat kerjasamanya sehingga Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari kesempurnaan dan dengan segala kerendahan hati kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai dan merupakan bahan kesempurnaan untuk makalah ini selanjutnya. Besar harapan penulis, semoga makalah yang penulis buat  ini mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.

Purwokerto,  Desember 2013

                                    Penulis





I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sebagian besar rakyat Indonesia tingal di pedesaan dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Salah satu dari mata pencaharian tersebut adalah usaha peternakan. Setiap usaha akan mengalami ritme kenaikan dan penurunan dalam hal keuntungan maupun kerugiannya, begitu juga halnya pada usaha tani ternak.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan adanya suatu analisis usaha yang bisa memberikan sebuah gambaran tentang usaha peternakan yang sedang dijalankan, terutama keadaan keuangan atau finansialnya sehingga dapat diketahui apakah usaha yang dijalankan akan mendatangkan keuntungan ataubahkan kerugian. Salah satu cara yang biasa digunakan untuk menganalisa usaha peternakan yaitu dengan membuat laporan keuangan. Laporan keuangan digunakan untuk menentukan keberhasilan usaha.
Keberhasilan usaha dinilai dengan besar kecilnya hasil yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha tersebut (income = input – output). Tujuan dari analisis usaha adalah:
1. Untuk mengevaluasi usaha.
2. Untuk perencanaan di kemudian hari agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
3. Untuk kepentingan pihak luar usaha misalnya untuk pengajaran.
Penerimaan bersumber dari penjualan produk utama, kenaikan nilai inventaris dan produk yang dikonsumsi. Sedangkan untuk biaya atau pengeluarannya dapat berupa sewa lahan, bunga modal, penyusutan, tenaga kerja, pakan, obat-obatan rehabilitasi dan lain-lain.

1.2. Tujuan dan Manfaat
1.2.1. Tujuan
1. Mengetahui kondisi dari suatu peternakan, khususnya ayam ras petelur.
2. Mengetahui sistem manajemen yang digunakan dan peluang agribisnis dari peternakan dalam suatu perusahaan.
3. Mengetahui sistem hulu dan hilir agribisnis peternakan.
4. Belajar mengamati permasalahan usaha ternak, menganalisis untuk kemudian dibahas berdasarkan teori yang ada, serta menarik kesimpulan dan memberikan saran.
1.2.2. Manfaat
1. Memberikan tambahan pengetahuan dan memperluas wawasan tentang usaha peternakan.
2. Memberikan gambaran tentang operasi organisasi usaha peternakan, untuk kemudian dibandingkan dengan teori yang telah diperoleh.

1.3. Waktu dan Tempat
Praktikum manajemen agribisnis ternak dilakukan pada sabtu, 30 November 2013, di perusahaan Suka Hati Poultry Shop Tasikmalaya.






II. HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil Agribisnis Suka Hati Poultry Shop
2.1. Gambaran Sistem Hulu Agribisnis Peternakan
            Peternakan ayam pedaging  berada di daerah Tasikmalaya. Pemilik peternakan ini adalah Bapak H. Aziz Ismail   yang berumur 58 tahun, beliau  berlatar belakang pendidikan S1 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Beliau dalam menjalani usaha peternakannya menggunakan sistem mandiri.
 Perusahaan Suka Hati poultry shop Tasikmalaya, pada dasarnya adalah suatu badan usaha pribadi berupa toko yang menyediakan sarana dan prasarana untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan perunggasan khususnya peternakan ayam. Suka hati poultry shop ini merupakan badan usaha milik keluarga, yang mana pendirinya adalah H. Zainal Abidin. Suka hati poultry shop didirikan pada tahun 1972 dengan nama Tugu Jaya poultry shop yang menyediakan semua kebutuhan dalam hal ayam petelur, baik bibit ayam (DOC), pakan, obat-obatan, unggas maupun kandang dan telurnya. Tetapi pada tahun 1980 harga telur turun secara drastis sehingga mengalami kerugian. Oleh karena itu H. Zainal Abidin mengalihkan usaha ke bidang ayam pedaging dan dengan mengganti nama menjadi suka hati poultry shop sampai sekarang. Sekarang perusahaan suka hati poultry shop telah mengalami perubahan kearah perbaikan seperti pembangunan cabang produksi di daerah Luhur, Karangnunggal, Singaparna dan Cikatomas, untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang produksi di Tasikmalaya suka hati poultry shop mendirikan rumah pemotongan ayam (RPA), bengkel otomotif pribadi, took elektronik, minimarket dan membuka yayasan.
Jumlah ayam pedaging yang dimiliki cabang perusahaan Suka Hati farm yang kami kunjungi sebanyak 14.000 ekor ayam. Selain ayam pedaging (broiler), di suka hati poultry shop juga terdapat ternak ayam pejantan. Cabang perusahaan suka hati poltry shop memiliki karyawan sebanyak 4 orang.

2.2. Gambaran Proses Sistem Peternakan (on Farm)
            Sistem peternakan disuka hati poultry shop  dapat dilihat dari aspek perkandangan, pemberian pakan, pengolahan limbah, repoduksi dan kesehatan.
a)      Sistem perkandangan
Peternakan ini menggunakan tipe kandang panggung dibangun dari bambu dan kayu, dengan ukuran kandang 5 x 30 m2 dengan jumlah 14 buah kandang menghabiskan biaya kurang lebih Rp 140.000.000,00  dan memiliki daya tahan sekitar 10 tahun.
b)     Sistem pemberian pakan
Perusahaan suka hati poultry shop menggunakan pakan jadi atau biasa lebih dikenal dengan istilah stater dalam pemberian pakan terhadap ternak yang bersangkutan.
c)      Sistem pengolahan limbah
Pengolahan limbah di peternakan Bapak H. Aziz Ismail  adalah dengan cara limbah yaitu kotoran ayam dijual dengan harga Rp 4000/karung. Berat setiap karung sekitar 30 kg. Tetapi apabila tidak laku terjual maka akan ditumpuk dan disimpan di gudang.
d)     Sistem kesehatan
Upaya dalam menjaga kesehatan dan mengobati ternak di peternakan ini dengan cara memberikan vaksin secara rutin dengan jadwal atau waktu tertentu. Pemberian vaksin pada DOC, antara lain :
  1. Pada hari ke-1 vaksin ND dan gumboro dengan cara disuntikkan.
  2. Pada hari ke-4 vaksin ND dengan cara diteteskan pada mata.
  3. Pada hari ke-12 vaksin gumboro dengan cara dicampurkan pada air minum.
  4. Pada hari ke-18 vaksin ND2 dengan cara dicampurkan pada air minum.
2.3. Gambaran Sistem Hilir Agribisnis Peternakan
a)      Sistem Pengolahan Hasil
Produk utama yang dihasilkan berupa daging/ayam pedaging. Ayam yang dihasilkan sebanyak 14.000 ekor per panen. Penanganan dalam pemeliharaan produk dengan cara adanya tempat minum otomatis, sedangkan DOC menggunakan gallon yang dialirkan. Produk sampingan yang dihasilkan adalah kotoran ayam yang didapat/diperoleh dengan cara membersihkan kandang dan diambil menggunakan roda pendorong. Kotoran dijual per karung, apabila tidak laku terjual akan disimpan di gudang.
b)     Sistem Pemasaran
Jalur pemasaran produk dijual melalui produsen atau bandar. Transportasi yang digunakan berupa kendaraan (truk). Harga ayam diambil rata – rata adalah Rp 19.000,00/ ekor.

2.4. Gambaran Lembaga Penunjang Sistem Agribisnis
Subsistem lembaga penunjang adalah seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis, seperti lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintahan (kebijakan fiscal dan moneter, perdagangan internasional, kebijakan tata ruang, serta kebijakan lainnya). Contohnya distribusi, konsumsi, promosi, dan informasi pasar. Perusahaan Suka Hati poultry shop tidak menggunakan penunjang apapun, dalam menjalankan perusahaannya digunakan modal sendiri. Modal itu didapatkan dari usaha – usaha lainnya seperti Toko elektronik, Rumah Potong Ayam (RPA), dan Toko perlengkapan peternakan.






III. ANALISIS EKONOMI SISTEM AGRIBISNIS
3.1. Biaya Tetap dan Biaya Variabel
3.1.1 Biaya Tetap
a. Biaya Tetap

Macam biaya tetap
Besarnya biaya
1.
Penyusutan kandang
Rp.       4.666.666,00/tahun
2.
Penyusutan peralatan


a. Tempat pakan
Rp.          336.000,00/tahun

b. Tempat minum
Rp.          336.000,00/tahun

c. Ember
Rp.            42.000,00/tahun

d. Penerangan
Rp.          805.000,00/tahun
2.
Pajak tanah
Rp.           69.319,00/ tahun
3.
Tenaga kerja tetap
Rp.    93.600.000,00/ tahun
4.
Penyusutan bangunan
Rp.          133.333,00/tahun

Jumlah
Rp.   99.988.318,00/ tahun












b. Tabel Investasi
No.
Macam Investasi
Jumlah
Umur
Harga Beli
1.
Tanah
3.500 m
22 tahun
Rp.           350.000.000,00

3.
Bangunan
1
15 tahun
Rp.             25.000.000,00
4.
Kandang
14
15 tahun
Rp.           140.000.000,00
5.
Peralatan
a. Tempat pakan
b. Tempat minum
c. Ember
d. Penerangan

420
420
14
70

5 tahun
5 tahun
5 tahun
2 tahun

Rp.            588.000,00
Rp.            588.000,00
    Rp.            350.000,00
Rp.          1.750.000,00


Jumlah


    Rp.      532.010.000 ,00


3.1.2 Biaya Variabel
Ayam
            14.000 ekor X Rp. 4000 X 5 periode             = Rp. 280.900.000,00/tahun
Biaya  pakan konsentrat
300 kg/hari X 365 hari X Rp. 6.500,00          =  Rp  711.750.000,00/tahun
Biaya obat-obatan dan vaksin pertahun                      = Rp.     28.000.000,00 /tahun
Biaya penerangan pertahun                              
            12 bulan X Rp. 350.000,00/bulan                   = Rp.       4.200.000,00/tahun
Biaya transportasi pertahun   
            12 bulan X Rp. 500.000,00                             = Rp.       6.000.000,00/tahun
Biaya pemasaran pertahun     
            12 bulan X Rp. 200.000,00                             = Rp.        2.400.000,00/tahun
Biaya biosekuriti AI pertahun                                     = Rp.        1.000.000,00/tahun
Jumlah                                                                       = Rp.1.033.350.000,00

Total Biaya                  = Biaya Tetap + Biaya Variabel
                                    = Rp. 99.988.318,00 + Rp. 1.033.350.000,00
                                    = Rp. 1.133.338.318,00
Biaya tetap adalah biaya yang timbul akibat penggunaan sumber daya tetap dalam proses produksi. Sifat utama biaya tetap adalah jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksi mengalami perubahan (naik atau turun). Menurut Zulkifli (2003) biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan. Keseluruhan biaya tetap disebut biaya total (total fixed cost, TFC). Contoh biaya tetap yaitu penyusutan atau sewa gedung/pabrik, gaji direksi dan biaya pelatihan karyawan (Suratiyah, 2006).
Biaya variable atau sering disebut biaya variable total (total variable cost, TVC) adalah jumlah biaya produksi yang berubah menurut tinggi rendahnya jumlah output yang akan dihasilkan. Menurut Zulkifli (2003) biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap. Artinya, jika volume kegiatan diperbesar 2 (dua) kali lipat,maka total biaya juga menjadi 2 (dua) kali lipat dari jumlah semula. Semakin besar output atau barang yang akan dihasilkan, maka akan semakin besar pula biaya variable yang akan dikeluarkan.

3.2. Penerimaan dan Pendapatan
3.2.1 Penerimaan
1. produk utama ayam broiler harga persatuan Rp 19.000,00
            13.300 ekor  x Rp 19.000,00 x 5        = Rp 1.263.500.000,00
2. produk sampingan kotoran ayam harga perkarung Rp 4.000,00
            3600 karung x Rp 4.000,00                = Rp 14.400.000,00
Jumlah penerimaan                                          = Rp 1.277.900.000,00
3.2.2 Pendapatan  = total penerimaan – total biaya
                                =  Rp 1.277.900.000,00 - Rp. 1.133.338.318,00
                                = Rp. 144.561.682,00/tahun

3.3. Rentabilitas (RE)
RE       = Laba / Modal x 100%
RE       = Rp. 144.561.682,00 / Rp. 532.010.000,00 x 100%
      = 27,17 %

            Rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri mempunyai kaitan yang sangat erat dan saling mempengaruhi dalam setiap keputusan yang diambil. Apabila rentabilitas ekonomi lebih kecil dari tingkat bunga modal asing, lebih baik menggunakan modal sendiri. Sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar jika dibandingkan apabila menggunakan modal asing. Apabila rentabilitas ekonomi lebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga modal asing maka lebih baik digunakan modal asing. Sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan bila menggunakan modal sendiri.
Berdasarkan hasil perhitungan, nilai RE sebesar 27,17 % . Nilai RE tersebut lebih besar dari tingkat bunga modal asing. Oleh karena itu, perusahaan peternak suka hati poultry shop sebaiknya menggunakan modal asing dalam mengelola usahanya.

3.5. Break Even Point (BEP)
BEP dalam unit           = total biaya/ kg produk terjual
                                    = Rp.1.133.338.318,00 / 99750
                                    = 11.362 unit
BEP dalam produk   = Rp. 99.988.318,00/ Rp. 19.000,00 –Rp. 11.362,00
                                  = Rp. 13.091,00/kg

BEP rupiah      = Biaya tetap / 1 – Biaya Variabel
                                            Pendapatan
                        = Rp. 99.988.318,00/ 1- Rp. 11.362,00
                                                                 Rp. 19.000,00           
            = Rp. 99.988.318,00 / 0,402
                        = Rp. 248.727.160,00
         
BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antar biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Menurut Hanafi (2012) Analisis BEP digunakan untuk mengetahui berapa minimal perusahaan harus menghasilkan dan menjual produk agar tidak menderita kerugian atau titik impas yaitu untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan tidak memperoleh laba dan juga tidak memperoleh kerugian.
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka Sukahati poultry shop perlu menghasilkan lebih dari nilai BEP yaitu sebesar Rp. 248.727.160,00/ tahun agar tidak menderita kerugian. Sukahati poultry shop telah mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 144.561.682,00,00/tahun pada periode-periode sebelumnya. Hal tersebut berarti Sukahati poultry shop berhasil memperoleh keuntungan karena pendapatannya di atas nilai BEP. 


IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
4.1. Kesimpulan
Usaha peternakan di Suka Hati Poultry Shop termasuk usaha yang tergolong usaha yang efisien dan termasuk usaha yang menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil penghitungan BEP, perusahaan Suka Hati Poultry Shop memperoleh pendapatan diatas BEP. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan, nilai RE sebesar 27.17%. Nilai RE tersebut lebih besar dari tingkat bunga modal asing. Oleh karena itu, perusahaan peternak suka hati poultry shop sebaiknya menggunakan modal asing dalam mengelola usahanya.

4.2. Rekomendasi
1. Kesehatan DOC perlu diperhatikan, agar kematian DOC dapat dikurangi.
2. Kualitas karkas perlu diperhatikan.
3. Koordinasi antar pegawai akan membuat perusahaan menjadi lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA
Hanafi, Riezwan. 2012. Ruang Lingkup dan Sistem Agribisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ismy, Nugraheni. 2012. Kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu (Agribisnis Kambing Etawa).    Kanisius. Yogyakarta.
Soekartawi. 2002. Analisis Usaha Tani. Universitas Indonesia. Jakarta.
Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Zulkifli, Makeham. 2003. Pengelolaan Usaha Tani. LP3ES. Jakarta.






 

Tidak ada komentar: